17 October 2021

Babinsa Koramil 10/Barteng dan Petani Lakukan Perawatan Padi Dengan Penyiangan dan Cabut Gulma

Padang Lawas – Pendampingan ketahanan pangan di wilayah Kodim 0212/Tapsel hingga kini masih terus berlangsung. Kali ini Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 10/Barumun Tengah Kopda Pardamean Siregar yang melaksanakan pendampingan terhadap anggota Kelompok Tani (Poktan) Saroha, Desa Padang Garugur Kecamatan Aek nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas, Selasa (29/10/2019).

Gulma atau rumput liar menjadi salah satu kendala bagi para petani dalam memperoleh hasil panen yang maksimal, keberadaan gulma yang sangat mengganggu padi pada masa pertumbuhan hingga masa pematangan harus dibasmi melalui penyiangan ataupun penyemprotan dengan herbisida tertentu karena bila dibiarkan akan mengakibatkan tanaman padi kekurangan unsur hara, air dan cahaya yang berdampak pada menurunnya produksi hasil panen

Pendampingan berupa pembersihan rumput (hama gulma) pada tanaman padi varietas Ciherang di areal seluas 0,5 hektar milik H. Daulay, Anggota Poktan Saroha, dilakukan Babinsa bersama petani.

Seperti kita ketahui bersama, keberadaan rumput atau gulma merupakan salah satu kendala bagi para petani dalam memperoleh hasil panen yang optimal. Persaingan gulma dengan tanaman utama (padi) dalam proses pertumbuhan hingga masa pematangan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen. Karena keberadan rumput/gulma itu sendiri menjadi pesaing tanaman utama (padi) dalam penyerapan unsur hara, air dan cahaya.

Menurut Kopda Pardamean Siregar diperlukan perawatan dan pemantauan tanaman padi dan harus dilakukan penyiangan secara berkala dengan tujuan untuk membersihkan gulma dan tanaman yang sakit sehingga dapat mengurangi persaingan penyerapan hara, mengurangi hambatan produksi anakan dan mengurangi persaingan masuknya sinar matahari.

Penyiangan secara manual pada tanaman padi biasanya dilakukan dengan mencabut rumput di sela sela tanaman padi yang dilakukan dua kali yaitu saat padi berumur 21 hari dan 41 hari atau tergantung banyaknya gulma/rumput liar, ucap Kopda Pardamean Siregar