22 October 2021

Kepada Masyarakat, Babinsa Koramil 15/Muara Sipongi Kembali Sosialisasikan Bahaya Karhutla

Muara Sipongi – Guna mengurangi resiko bencana, personel Babinsa Koramil 15/Muara Sipongi Kodim 0212/Tapsel kembali lakukan kegiatan sosialisasi kepada warga di Desa Tanjung Alai Kecamatan Muara Sipongi Kabupaten Mandailing Natal, untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang marak terjadi di beberapa waktu yang wilayah di Sumatera

Sosialisasi tersebut dilakukan langsung oleh oleh Babinsa Koramil 15/Muara Sipongi Sertu M. Safe’i Saragih kepada warga masyarakat di desa binaannya

“Kita langsung menemui warga untuk memberikan sosialisasi karhutla kepada masyarakat Desa Tanjung Alai tentang larangan membakar hutan sesuai dengan perundang undangan yang berlaku,” ujar Sertu Safe’i Saragih

Adapun kegiatan tersebut dilakukan pada beberapa pekan terakhir, yakni mengajak para warga agar peduli dan bijaksana dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan

“Sosialisasi ini juga dilakukan Babinsa lainnya dari Koramil 15/Muara Sipongi termasuk di daerah hutan yang berbatasan langsung dengan Provinsi tetangga yaitu Sumatera Barat“ imbuhnya.

Terpisah, Pejabat Danramil 15/Muara Sipongi Pelda Faisal menyampaikan, pihaknya telah mengerahkan para Babinsa untuk kembali lakukan sosialisasi tentang Karhutla

“para Babinsa saat ini kembali untuk mensosialisasikan kepada warga terkait Karhulta tersebut dan menyampaikan ulang himbauan dan ancaman pidana bagi pelaku yang tertangkap melakukan pembakaran hutan dan lahan” ujar Pelda Faisal

“Karena rasa cintanya kepada warga masyarakat, para Babinsa kami tidak henti-hentinya berkeliling untuk memberikan himbauan penting tersebut. Tidak lepas pula penyuluhan dan sosialisasi kepada warga tentang bahayanya membakar hutan maupun lahan, karena akan berdampak sangat banyak sekali dan pengaruhnya dapat merugikan banyak orang“ tuturnya.

Para Babinsa Koramil 15/Muara Sipongi menjelaskan apa saja dampak akibat dari Karhutla diantaranya merusak ekosistem, asap menjadikan polusi udara bisa berakibat penyakit pernapasan paru-paru juga iritasi, kabut asap mengganggu jarak pandang terutama transportasi udara yg sangat dibutuhkan untuk wilayah Sumatera, juga bisa mengakibatkan gundulnya hutan yang dapat mendatangkan bencana longsor maupun banjir dan masih banyak lagi dampaknya.

Dalam sosialisasi tersebut, para Babinsa memberikan pemahaman dan edukasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan dan lahan. Juga diberitahukan bahwa bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dipidanakan penjara dalam waktu yang lama dan denda yang sangat tinggi.

Sosialisasi tersebut akan selalu dilakukan oleh para Babinsa, agar warga masyarakat menjaga Kesehatan, kelestarian hutan juga tetap terjaga dan terhindar dari bencana alam.