23 October 2021

Kodim 0212/Tapsel Serahkan Bantuan Sembako Kepada Warga

Tapanuli Selatan – Dalam rangka membantu mengatasi kesulitan rakyat dan meringankan beban bagi keluarga kurang mampu serta wujud kepedulian terhadap warga masyarakat di wilayah binaannya, Kodim 0212/Tapsel beserta Persit Cabang XLV Kodim 0212 menyerahkan tali asih berupa Sembako kepada salah satu keluarga di Desa Muaratais II Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (28/02/2020)

kegiatan penyerahan tali asih dipimpin oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0212/Tapsel Mayor Inf Deddi Iskandar dan Ibu Ketua Persit Cabang XLV Kodim 0212 Ny. Ira Akbar Nofrizal Yusananto langsung menuju rumah Rosul Lubis dan langsung menyeserahkan bantuan sembako kepada Bapak Rosul Lubis salah satu keluarga di Desa Muaratais II

Kasdim dalam kesempatan tersebut mengatakaan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu bukti kepedulian Kodim 0212/TS kepada keluarga yang kurang mampu, karena sesama manusia kita harus saling tolong menolong.

“Diharapkan bantuan ini jangan dipandang dari nilai yang diberikan, namun pandang lah dari keikhlasan dari perajurit kepada sesama manusia,” katanya

“Intinya datang dan peduli, kami TNI untuk rakyat dan kuat bersama rakyat, bentuk tali asih untuk meringankan keperluan keluarga, semoga bermanfaat” ungkap Kepala Staf Kodim 0212/TS Mayor Inf Deddi Iskandar didampingi Danramil 11/BA Kapten Inf Zamril

Sementara itu, Ibu Ketua Persit cabang XLV Kodim 0212 Ny. Ira Akbar mengungkapkan, semoga ada keberkahan untuk kita semua, khususnya kepada keluarga bapak Rosul Lubis

“semoga menjadi berkah bagi kita semua, dan Insyallah semakin membaik buat anak kita ini,” ucap Ny Ira Akbar.

Diberitakan sebelumya, ketiga bocah anak pasangan cerai Rosul (45) ayahnya dan Rotimah ibunya (nikah lagi sekitar 3 tahun lalu), tinggal bersama nenek mereka berusia 70 tahun di Desa Muara Tais 2 dengan hidup serba kekurangan (miskin).

Dimana sang ayah (Rosul) yang menurut keterangan masyarakat dikuatkan Camat, sosok yang dinilai tidak lagi peduli (maaf pemikiran kurang sehat) kepada ketiga anak-anaknya, pasca pisah dari isterinya Rotimah.

Sehingga memaksa putri sulungnya Nofri yang duduk dibangku kelas 3 SD ini harus banting tulang menjadi tulang punggung keluarganya sebagai tukang cuci pakaian orang lain untuk menghidupi adik dan neneknya serta ayahnya yang hidup dibawah atap rumah papan neneknya yang tua renta.