1 December 2021

Berkumpul Dengan Warga, Babinsa Koramil 17/Natal Sampaikan Himbauan Tentang Dampak Merkuri Terhadap Lingkungan

Natal – Dalam menindaklanjuti adanya informasi tentang kejanggalan-kejanggalan tentang beberapa dampak dari merkuri yang digunakan oleh para penambang emas liar di beberapa wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Babinsa Koramil 17/Natal Kodim 0212/Tapsel Sertu Firdaus memberikan himbauan kepada warga masyarakat di desa Binaannya Desa Panggautan Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal

Babinsa Koramil 17/Natal Sertu Firdaus melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial dengan melakukan anjangsana ke beberapa tempat berkumpulnya para warga untuk menyampaikan himbauan dan sosialisasi tentang dampak-dampak yang disebabkan oleh penggunaan merkuri

“beberapa hari terakhir ada kejadian bayi yang lahir dengan kondisi diluar kewajaran, beberapa informasi menyebutkan itu disebabkan oleh faktor kesehatan, faktor gizi bahkan bisa juga akibat faktor kerusakan lingkungan yang akibatkan penggunaan merkuri oleh para penambang liar” ujar Sertu Firdaus Rabu (20/11/2019) di Desa Panggautan

menurutnya, jika itu disebabkan oleh faktor adanya kerusakan lingkungan akibat penggunaan merkuri dan jika sudah terpapar kepada manusia, paparan merkuri dalam tubuh manusia dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius, meskipun hanya dalam konsentrasi yang rendah

“Manusia dapat terpapar oleh merkuri melalui proses proses rantai makanan jika memakan asupan seperti ikan di perairan yang sudah tercemar merkuri” terang Babinsa

“untuk itu kepada bapak-bapak disini jika ada diantara kita atau keluarga kita yang pernah ikut-ikutan melakukan kegiatan penambangan emas dengan menggunakan merkuri, segera dihentikan, karena dampaknya bahaya dan waktunya bisa dalam jangka panjang” ujar Sertu Firdaus

tentang informasi adanya dampak merkuri, dalam kurun waktu satu minggu terakhir memang telah terjadi beberapa kejanggalan tentang lahirnya seorang bayi yang lahir dengan kondisi di luar kewajaran

kejadian tersebut telah memunculkan beberapa pendapat salah satunya adalah keondisi kelainan tersebut akibat dari dampak adanya penggunaan merkuri yang digunakan oleh masyarakat untuk melakukan penambangan emas secara illegal di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Mandailing Natal